🐈 Berputus Asa Terhadap Rahmat Allah Hukumnya
Pertanyaan Assalamualaikum ustaz, saya izin bertanya, ustaz, apakah masih ada kesempatan bagi wanita yang pernah gagal menjaga kesucian dan kehormatan dirinya untuk menjadi wanita shalihah. Jazaakumullaahu khairaan wa barakallaahu fiikum (Ditanyakan oleh Santri Kuliah Islam Online Mahad BIAS) Jawaban: Tiada Manusia Yang Bebas dari Kesalahan Waalaikumsalam warahmatullah wabarokatuh. Perlu kita
Katakanlah, "Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang."(QS. Az-Zumar 39: Ayat 53) Kaum Muslimin Jama'ah Juma'at yang dirahmati Allah.
Alqanut adalah al-ya'su artinya putus asa dari rahmat Allah. Kedua kata ini (al-qanut dan al-ya'su) memilik arti yang sama. Putus asa adalah lawan dari roja. Putus asa dari rahmat Allah dan karunia-Nya hukumnya haram. Dalilnya adalah Al-Kitab dan As-Sunah. Dalil dari Al Kitab:
AKURATCO Ketua Umum Pengurus Pusat Asosiasi Dai-Daiyah Indonesia (ADDAI) Ustaz Syarif Hidayatullah mengatakan, di dalam konteks Al-Qur'an terdapat dua ayat yang secara tegas menjelaskan larangan tentang berputus asa dari Rahmat Allah SWT. Hal itu disampaikan Ustaz Syarif Hidayatullah dalam Kultum Ramadhan Hari ke-28 AKURAT.CO, Sabtu (30/4/2022).
Bahkanbila kita berputus dari rahmat Allah dan karuniaNya hukumnya adalah haram. Dalilnya antara lain, (Mereka) menjawab, "Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah engkau termasuk orang yang berputus asa." Ibrahim berkata: "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat".
Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir". Selain bermakna frustasi, kata ya's juga berarti mengetahui. Hal ini sebagaimana tercantum dalam Q.S. Al-Ra'd ayat 31:
JanganBerputus Asa dari Rahmat Allah Oleh : Dr. Didi Junaedi, M.A.(Dosen Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir IAIN Syekh Nurjati Cirebon) "dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah hanyalah orang-orang yang kafir." (Q.S. Yusuf: 87) Hidup ini memang penuh ujian dan cobaan.
Katakanlah"Hai hamba-hambaku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah SWT. Sesungguhnya Allah subhanahu wata'ala mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesunggugnya dia lah yang maha pengampunan lagi maha penyayang.
Diamenghentikan kebiasaannya minum khamar selama-lamanya. "Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
0mQtP. “Ketika Allah menciptakan ciptaan, Dia menulis kata-kata yang ditempatkan di singgasana-Nya. Mereka berkata, “Rahmatku akan mengalahkan amarahku.” Al-Bukhari MENGETAHUI bahwa rahmat Allah akan menang atas kemarahan-Nya adalah alasan untuk tidak pernah kehilangan harapan. Ketika kita dikalahkan, kita harus ingat bahwa semuanya tidak pernah hilang. Jika Anda pernah berpikir tidak ada gunanya hidup karena Anda telah mencapai jalan buntu, melakukan terlalu banyak kesalahan dan ditakdirkan, Anda sebenarnya menutup lautan pengampunan dan kesempatan kedua. Itu semua ada untuk diambil. Selama kita bernafas, jalan ke depan dapat dipenuhi dengan cahaya dan belas kasihan. BACA JUGA Meraih Kasih Ilahi dengan Saling Mengasihi, 5 Kisah Nikmatnya Rahmat Allah SWT Jangan pernah berpikir bahwa sudah terlambat untuk berubah. Kesalahan kita, tidak peduli berapa banyak atau seberapa besar, tidak pernah lepas dari rahmat Allah. Kita kecil dan tidak berarti, jadi Allah tidak memaafkan kita. Bahkan, Dia suka melakukannya. Hanya dengan kemurahan-Nya kita bisa menjadi apa saja, dan itulah sebabnya kita tidak boleh terlalu kewalahan sampai putus asa oleh kekurangan kita sendiri. Ya, kemarahan-Nya ada di sana, tetapi belas kasihan-Nya jauh lebih dekat. Ilustrasi. FotoThe Economic Times Kita memperumit kisah hidup kita dengan terlalu banyak berpikir dan berasumsi tentang Allah. Terkadang, kita terburu-buru menilai diri sendiri daripada menyerahkan penilaian kepada Allah. Rahmat-Nya ada bagi mereka yang meminta. Hanya di dalam Dia kita dapat menemukan penyelesaian, hanya di dalam Dia kita dapat menemukan pemenuhan. Dengan ilmu yang rendah hati itu, kita selalu ingat untuk berharap lebih baik dan terus berjuang. Ketika kita terganggu oleh pikiran kita terhadap Allah, ketika kita tergoda untuk lari dari-Nya karena kita takut, kita harus mengingat kata-kata ini. BACA JUGA Rahmat Allah bagi Penduduk Bumi dan Penghuni Surga Sama seperti Allah lebih menyukai belas kasihan daripada kemarahan, jadi kita harus bercita-cita untuk mencontohkan belas kasihan dengan cara apa pun yang kita bisa. Belas kasihan dan pengampunan lebih baik daripada kemarahan dan balas dendam. Terkadang kita berpikir bahwa memaafkan dan berdamai dalam menghadapi provokasi adalah tanda kelemahan. Sebaliknya, belas kasihan, kedamaian, dan pengampunan adalah indikasi kekuatan batin. Kita seharusnya tidak menghakimi dengan kasar atau mengutuk, melainkan terburu-buru untuk mengampuni karena kita berharap untuk diampuni suatu hari nanti. Kita tidak perlu ragu untuk memberikan belas kasihan dan pengampunan yang sama kepada orang lain seperti yang kita harapkan untuk diri kita sendiri. [] SUMBER ABOUT ISLAM
- Surah Az-Zumar ayat 53 membahas tentang rahmat Allah SWT yang sangat besar dan tak terhingga. Betapapun besar maksiat yang dilakukan seseorang, ampunan Allah SWT jauh lebih luas daripada dosa tersebut. Surah Az-Zumar ayat 53 merupakan larangan bagi umat Islam agar tidak lekas berputus asa terhadap rahmat dan ampunan Allah SWT. Sikap putus asa sendiri merupakan salah satu akhlak tercela yang harus dihindari umat Islam. Orang yang berputus asa digambarkan sebagai sosok yang lemah imannya, bahkan termasuk karakteristik orang kafir. Hal itu tergambar dalam firman Allah SWT dalam surah Yusuf ayat 87 "Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah hanyalah orang-orang kafir,” QS. Yusuf [12] 87. Secara definitif, putus asa adalah hilangnya asa dan harapan, sebagaimana dinyatakan Fakhruddin HS dalam Ensiklopedia Al-Quran 1992. Hal itu disebabkan tenaga, pengharapan, dan kemampuan seseorang menjadi lemah, serta tidak ada lagi kemauan untuk melakukan hal-hal yang digelutinya selama ini. Sikap putus asa memiliki sejumlah dampak negatif bagi orang bersangkutan. Sebab, putus asa hanya akan merugikan diri sendiri karena membuang waktu, energi, menguras emosi, dan menghambat potensi yang dimiliki. Karena itulah, Islam mengimbau umatnya untuk tidak berputus asa terhadap rahmat Allah SWT. Kendati seseorang sudah gagal, banyak bermaksiat, serta bergelimang dosa, pintu taubat dan kesempatan akan terus terbuka lebar di sisi Allah SWT. Isi & Kandungan Surat Az-Zumar Ayat 53 ۞ قُلْ يَٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ Bacaan latinnya "Qul yā 'ibādiyallażīna asrafụ 'alā anfusihim lā taqnaṭụ mir raḥmatillāh, innallāha yagfiruż-żunụba jamī'ā, innahụ huwal-gafụrur-raḥīm"Artinya "Katakanlah 'Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang'," QS. Az-Zumar [39] 53. Surat Az-Zumar ayat 53 merupakan kabar gembira bagi orang-orang yang terjerumus dalam kemaksiatan, termasuk kekafiran atau dosa besar lainnya. Dalam ayat ini, Allah mengabarkan bahwa pintu taubat terbuka lebar bagi golongan tersebut. Selain itu, kodrat manusia sendiri adalah sosok yang rentan berbuat salah, dosa, dan maksiat. Allah SWT memberi harapan, cita-cita, dan kepercayaan bahwa kesempatan taubat amat luas. Jikapun dosa itu seperti buih di lautan, ampunan Allah lebih besar daripada borok dan kesalahan hamba-Nya. Sayyid Quthb dalam kitab Tafsir fi Zhilalil Quran 2000 menuliskan bahwa surah Az-Zumar ayat 53 merupakan bentuk keadilan Allah SWT. Dia tidak akan menyiksa seorang hamba karena kemaksiatan sebelum menyediakan sarana untuk memperbaiki kekeliruan tersebut. Allah SWT melarang hambanya berputus asa dari rahmat dan ampunan dari Zat yang Maha Pengasih dan Penyayang sekaligus Maha Penerima Taubat. Asbabun nuzul atau sebab turun surah Az-Zumar ayat 53 berkaitan dengan perkataan Umar bin Khattab bahwa "Kami pernah mengatakan bahwa bagi orang yang melakukan fitnah [menghalangi manusia dari jalan Allah] tidak bisa bertaubat dan Allah tidak akan menerima taubatnya meskipun sedikit."Lantas, ketika Rasulullah SAW sampai di Madinah, turunlah ayat “Katakanlah, 'Wahai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang," QS. Az-Zumar [39] 53. Sementara itu, pada riwayat lain yang disampaikan Abdullah bin Abbas bahwa orang-orang yang pernah berbuat syirik, melakukan pembunuhan, maksiat, perzinahan, dan dosa besar lainnya, lalu mereka mendatangi Nabi Muhammad SAW dan berkata, “Sesungguhnya yang engkau sampaikan dan engkau serukan benar-benar bagus. Kalau sekiranya engkau memberitahukan kami kafarat penebus terhadap amal buruk yang kami kerjakan"Sebagai jawaban atas iktikad baik tersebut, Allah menurunkan surah Az-Zumar ayat 53 bahwa rahmat dan ampunan Allah SWT demikian besar dan menerima taubat dari orang-orang yang bergelimang dosa Muslim, Abu Daud, dan Nasa’i. Berdasarkan hal tersebut, makna tak berputus asa dari rahmat Allah SWT adalah selalu bersikap optimis bahwa ampunan dan kasih sayang Allah SWT sangatlah besar. Apabila seorang hamba berbuat dosa, ia harus bertaubat, menyesali, dan tidak akan mengulangi maksiat tersebut. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abdullah bin Umar, ia berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda "Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba, selama [ruh] belum sampai di tenggorokan," Tirmidzi.Baca juga Bacaan Surat Al-Ala Lengkap Latin, Arab, Terjemahan, & Tafsirnya Tafsir Surah An Naziat, Asbabun Nuzul, & Bacaan Arab, Latin, Arti - Pendidikan Penulis Abdul HadiEditor Iswara N Raditya
Allah Ta’ala berfirman, ﻗﻞ ﻳﺎ ﻋﺒﺎﺩﻱ اﻟﺬﻳﻦ ﺃﺳﺮﻓﻮا ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻔﺴﻬﻢ ﻻ ﺗﻘﻨﻄﻮا ﻣﻦ ﺭﺣﻤﺔ اﻟﻠﻪ إن الله يغفر الذنوب جميعا إنه هو الغفور الرحيم “Katakanlah “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” QS. Az-Zumar 53 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata “Seorang yang berbuat dosa janganlah pernah berputus asa dari ampunan-Nya Allah Ta’ala, walaupun sebesar apa pun dosanya. Sebab Allah Ta’ala tidak pernah merasa keberatan oleh dosa apa pun untuk menerima taubat hamba-Nya. Sungguh keumuman ayat ini mencakup dosa syirik dan selainnya dari beragam dosa, karena Allah Ta’ala Maha Pengampun bagi siapa saja yang bertaubat kepada-Nya.” Sumber Al-Fatawa Al-Kubra jilid 1/hlm. 111. ➖➖➖➖➖➖➖➖ قال تعالى {ﻗﻞ ﻳﺎ ﻋﺒﺎﺩﻱ اﻟﺬﻳﻦ ﺃﺳﺮﻓﻮا ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻔﺴﻬﻢ ﻻ ﺗﻘﻨﻄﻮا ﻣﻦ ﺭﺣﻤﺔ اﻟﻠﻪ إن الله يغفر الذنوب جميعا إنه هو الغفور الرحيم} قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله ﻻ ﻳﻴﺄﺱ ﻣﺬﻧﺐ ﻣﻦ ﻣﻐﻔﺮﺓ اﻟﻠﻪ ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻧﺖ ﺫﻧﻮﺑﻪ ﻣﺎ ﻛﺎﻧﺖ ، ﻓﺈﻥ اﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻻ ﻳﺘﻌﺎﻇﻤﻪ ﺫﻧﺐ ﺃﻥ ﻳﻐﻔﺮﻩ ﻟﻌﺒﺪﻩ اﻟﺘﺎﺋﺐ ، ﻭﻗﺪ ﺩﺧﻞ ﻓﻲ ﻫﺬا اﻟﻌﻤﻮﻡ اﻟﺸﺮﻙ ﻭﻏﻴﺮﻩ ﻣﻦ اﻟﺬﻧﻮﺏ ، ﻓﺈﻥ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻳﻐﻔﺮ ﺫﻟﻚ ﻟﻤﻦ ﺗﺎﺏ ﻣﻨﻪ . ???? الفتاوى الكبرى ١١١/١. ???????????????????????????????? ???? WhatsApp Salafy Cirebon ⏯ Channel Telegram ???? Website Salafy Cirebon ???? Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
berputus asa terhadap rahmat allah hukumnya